Tips Menyiapkan Pesta Pernikahan Outdoor

Tips dan trik pernikahan yang awet
Saat ini, cukup banyak pesta pernikahan yang diadakan di luar ruangan, seperti di kebun atau pantai. Tentunya menyiapkan pesta pernikahan di luar ruangan itu tidak semudah yang dibayangkan dan memerlukan usaha ekstra agar acara tetap berlangsung meriah seperti yang diinginkan. Berikut enam tips menyiapkan pesta pernikahan outdoor seperti dikutip dari allwomenstalk :

1. Perhatikan Keadaan Cuaca
Cuaca adalah masalah terbesar bagi pasangan yang ingin mengadakan pesta pernikahan di luar ruangan. Cuaca yang tidak cerah, kemudian dilanjutkan dengan hujan jadi ketakutan tersendiri bagi calon pengantin yang ingin menggelar pesta pernikahan outdoor. Sebaiknya, antisipasi keadaan ini dengan memilih hari, tanggal, dan bulan yang tepat. Cara lain untuk mengatasi keadaan cuaca yang buruk adalah menyiapkan ruangan indoor jika hujan, atau memasang tenda di tempat pesta berlangsung.

2. Hati-hati Terserang Alergi!
Jika Anda salah satu orang yang menderita alergi, misalnya alergi cuaca dingin atau gigitan serangga, maka Anda harus berhati-hati jika ingin mengadakan pesta pernikahan outdoor. Sebaiknya Anda telah mengonsumsi obat untuk alergi sebelum pesta pernikahan Anda. Pastikan juga keluarga dan teman mengetahui bahwa pernikahan Anda diadakan di luar ruangan sehingga siapapun yang menderita alergi dapat melakukan persiapan terlebih dahulu.

3. Waktu dan Jam yang Tepat
Apakah Anda cenderung untuk memilih siang, sore, atau malam sebagai waktu dari pesta pernikahan? Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Pastikan Anda dan pasangan terlihat menarik saat foto di pelaminan dan jangan biarkan waktu yang Anda ambil untuk pesta pernikahan menyulitkan sang fotografer untuk mengambil gambar yang bagus. Adanya sinar matahari yang terlalu terang pada siang hari dapat menyulitkan fotografer untuk mengambil gambar pada momen terindah dalam hidup Anda. Namun, banyaknya nyamuk di pesta pernikahan pada malam hari juga dapat menimbulkan kesulitan tersendiri bagi Anda.

4. Pilih Gaun & Sepatu yang Sesuai
Jika Anda memilih untuk mengadakan pesta pernikahan di luar ruangan, pastikan gaun pernikahan yang Anda pakai nyaman dan sesuai. Pilih gaun yang ringan dan memudahkan serta membebaskan Anda untuk bergerak.

Sedangkan untuk sepatu, jenis high heels bukanlah pilihan yang tepat untuk dikenakan dalam pesta pernikahan outdoor. Pilih sepatu dengan heels sedang atau datar yang memudahkan Anda untuk bergerak, atau bahkan bertelanjang kaki sepanjang pesta pernikahan bukanlah ide yang buruk untuk dilakukan.

5. Sesuaikan Dekorasi
Dekorasi yang tepat untuk diaplikasikan ke dalam pesta pernikahan outdoor adalah dekorasi yang simple. Kebun atau pantai tentu saja telah menawarkan ‘dekorasi alami’ tersendiri sehingga Anda tidak perlu repot-repot menambahkan banyak ornamen atau detail terhadap dekorasi pesta pernikahan Anda.

Sumber: wolipop
Read More..

5 Mitos Keliru Seputar Pernikahan

Tips dan trik pernikahan yang awet

Banyak mitos tentang pernikahan yang dipercaya dapat membawa kebahagiaan. Mitos tersebut terkadang menimbulkan ekspektasi yang tinggi bagi mayoritas orang yang merencanakan pernikahan. Padahal, belum tentu mitos itu benar dan yang terjadi malah sebaliknya. Berikut 5 mitos seputar pernikahan yang sebaiknya tidak perlu Anda hiraukan, seperti yang dilansir Times of India.

1. Pernikahan dapat Membuat Anda Tak Kesepian Lagi
Banyak sekali pasangan yang membenarkan mitos tersebut. Mereka menganggap bahwa dalam pernikahan, semua hal akan dijalani dan ditanggung berdua. Jika sedang dirundung masalah di kantor atau dengan keluarga, mereka menganggap akan ada pasangan yang menemani sehingga mereka tidak akan kesepian. Nyatanya, beberapa wanita saat ini tetap merasa kesepian meskipun mereka telah menikah. Bagi Anda yang kesepian dan merasa bahwa pernikahan merupakan solusinya, Anda perlu berpikir dan mengidentifikasi lebih jauh tentang mitos tersebut. Menikahlah karena Anda memang ingin dan siap.

2. Dapat Melakukan Hubungan Seksual Kapan Saja
Hasrat seksual dan frekuensi Anda untuk melakukan hubungan seks tergantung dari libido masing-masing. Selain itu, gairah seksual bisa saja berkurang seiring bertambahnya waktu. Pasangan yang terus-menerus bertengkar satu sama lain tentu tidak mendapatkan kepuasan seks yang cukup. Jika Anda berpikir bahwa pernikahan dapat selalu memuaskan hasrat seksual, tidak sepenuhnya benar. Ada kalanya pasangan tidak bisa bercinta karena sudah terlalu lelah akibat pekerjaan menumpuk, sibuk mengurus anak atau waktu yang sangat terbatas. Menikah adalah hal yang rumit, bukan sekadar cara untuk melegalkan hubungan seksual.

3. Wanita Tidak Perlu Bekerja Setelah Menikah
Mitos ini cenderung kurang realistis. Dewasa ini, sesuai dengan tuntutan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, tampaknya sangat lumrah apabila wanita juga harus memiliki pekerjaan sendiri. Memiliki suami bukan berarti keadaan finansial Anda akan membaik sehingga semua kebutuhan yang sesuai dengan gaya hidup dapat terpenuhi. Pasangan Anda juga mungkin akan terbebani dan sedikit keberatan jika ia dituntut untuk memenuhi semua kebutuhan Anda.

4. Memiliki Keluarga Besar yang Bahagia
Semua orang yang berencana menikah pasti juga ingin memenangkan hati mertua dan keluarga besar si pasangan. Mereka memiliki ekspektasi dan bahkan mereka yakin bahwa keluarga pasangan akan menyayangi dan mencintai mereka layaknya keluarga sendiri. Nyatanya, keadaan yang ada bisa saja jauh dari ekspektasi. Konflik, perbedaan pendapat dan prinsip pasti akan mewarnai setiap keluarga besar. Berikanlah cinta dan perhatian bagi keluarga besar pasangan Anda, tapi jangan terlalu berharap banyak.

5. Anak Akan Memperkuat Ikatan Pernikahan
Banyak yang menganggap bahwa anak dapat memperkuat kualitas pernikahan dan meredakan konflik yang terjadi pada pasangan yang telah menikah. Namun, tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Brian Doss, PdD dari Texas A&M University dan Galena Rhoades, PhD, Scott Stanley, PhD, serta Howard Mark, PhD, dari University of Denver menunjukkan bahwa kepuasaan pernikahan lebih cepat menurun pada pasangan yang telah memiliki anak.

Jadi, sebelum memutuskan untuk cepat memiliki anak dengan alasan agar pernikahan dapat menjadi lebih bahagia, sebaiknya pertimbangkan matang-matang aspek lain. Apakah Anda berdua memang menginginkan adanya anak sekarang juga? Sudah siapkah Anda dan pasangan untuk memiliki anak?


Sumber: wolipop
Read More..

7 Rahasia Seks Yang Wajib Diketahui Pria

Tips dan trik pernikahan yang awet
Apa yang dipikirkan para lelaki belum tentu sama dengan apa yang ada dalam benak perempuan, termasuk dalam hubungan intim. Dibandingkan kaum Adam, para wanita umumnya lebih pasif dan tertutup soal seks.


Tetapi bagi Anda khususnya para suami tidak perlu terlalu khawatir. Melalui komunikasi yang baik dan intens, Anda akan mampu memahami apa sebenarnya yang diinginkan pasangan di tempat tidur. Namun begitu, ada baiknya juga Anda menyimak tujuh panduan berikut ini.

Konselor kesehatan seksual Dr Rajan B Bhonsle dari India memaparkan tujuh rahasia penting yang perlu diketahui para pria dalam memahami seksualitas wanita. Ini tentu akan menjadi modal awal bagi Anda dalam memahami pasangan :

1. Komunikasi yang baik sebagai afrodisiak

Bagi wanita, komunikasi yang baik dan keinginan untuk merasa dicintai oleh pasangan adalah hal yang paling penting dan hal ini dapat menjadi afrodisiak, sesuatu yang berfungsi meningkatkan libido atau gairah bercinta. Seorang suami dapat membisikkan dengan mesra di waktu luang atau saat bersantai kepada istri, betapa ia sangat mencintainya. Sehingga komunikasi yang baik akan membuat hubungan menjadi terasa lebih intim.

2. Banyak wanita cemas dengan penampilannya.

Bagi suami istri, ketika suatu hubungan telah berlangsung cukup lama, sang istri kemungkinan akan merasa bahwa dirinya mulai tampak kurang menarik. Para istri kerap berpikir suami telah menemukan suatu kekurangan pada diri mereka. Tak heran bila banyak perempuan lebih nyaman bercinta di kamar dengan suasana agak gelap. Pria tentunya tidak perlu berbohong atau juga secara terang-terangan mengatakan bahwa pasangan mereka tidak lagi menarik. Hal penting yang harus Anda lakukan adalah hargailah istri Anda dan sampaikanlah pujian atas apa yang Anda temukan paling menarik dari dirinya.

3. Butuh mood yang baik

Kebanyakan pria umumnya cenderung dapat memisahkan antara stres dan aktivitas seksual. Sementara kaum wanita, cenderung lebih membutuhkan suasana hati (mood) yang baik ketika melakukan hubungan seks. Minimnya perhatian, tutur kata kasar, perilaku buruk, kata-kata yang menyakitkan, dan kritik dari pasangan (pria) dapat membuat sulit bagi seorang wanita untuk terlibat dan merasa antusias dan bersemangat selama berhubungan intim.

4. Orgasme bukan suatu keharusan

Banyak pria beranggapan bahwa untuk menjadi pasangan yang "hebat", dia harus bisa membawa perempuan ke puncak kenikmata seksual. Orgasme memang salah satu hal penting dalam kepuasan seksual, tetapi hal itu sebenarnya tidak selalu penting. Banyak wanita merasakan tekanan dari pasangannya dan bahkan dari diri mereka sendiri untuk mencapai orgasme. Terkadang, daripada harus orgasme wanita cenderung lebih menikmati momen-momen pemanasaan atau foreplay.

5. Tak harus selalu serius

Banyak pria yang terlalu serius ketika melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Mereka lupa untuk tertawa, lupa menjadi romantis dan bersenang-senang. Padahal, jika Anda melakukan hubungan intim sambil bercanda dan dalam suasana santai dan gembira, akan tercipta suasana yang lebih menyenangkan. Untuk melakukannya, diperlukan kerjasama yang baik antara suami-istri.

6. Dambakan sentuhan dan kelembutan

Kaum Hawa menyukai suasana yang romantis, pelukan yang hangat, sentuhan tangan yang lembut dan juga ciuman. Tetapi banyak wanita mengeluh kepada pasangan mereka, karena tidak pernah melakukan hal ini kecuali saat foreplay. Seorang istri sebaiknya juga membuat suami sadar akan pentingnya kenikmatan dalam aktivitas saling bersentuhan (non-seksual). Istri dapat memulainya memberi pijatan rileks dan belaian lembut pada wajah dan rambut dan dilakukan secara bergantian. Ketika suami menikmati sentuhan mesra ini, katakan padanya apa yang membuat ia merasa dicintai.

7. Kehangatan "afterplay" menjadi poin penting

Kebutuhan wanita akan kehangatan sebenarnya terus berlanjut setelah hubungan seks selesai. Tak heran bisa muncul istilah "afterplay", yakni momen yang tak kalah pentingnya setelah pasangan mencapai orgasme. Beberapa wanita terkadang mengeluh karena kebanyakan pria biasanya akan segera tertidur setelah berhubungan intim. Memang benar bahwa saat pria melakukan hubungan seks, tingkat endorfin-nya menjadi sangat tinggi. Namun segera setelah ejakulasi, hormon tersebut melalui sebuah fase yang disebut refraktori, dan terjadi penurunan fungsi dan sistem tubuh.

Pada wanita, fase ini biasanya terjadi secara bertahap. Sehingga, lagi-lagi perlu adanya komunikasi yang baik agar momen afterplay ini tidak terlewatkan. Suami istri dapat membiasakan membuat 'obrolan bantal' usai bercinta. Bagi perempuan, hal ini bisa meningkatkan kualitas hubungan dan juga komitmen antar pasangan.


Sumber: kompas
Read More..

 
Ogan TipsnTrik Ogan TipsnTrik