5 Kesalahan Umum Pengantin Baru saat Bulan Madu

Tips dan trik pernikahan yang awet
Bulan madu merupakan waktu yang paling ditunggu-tunggu para pengantin baru. Namun siapa sangka jika bulan madu yang menyenangkan bisa berubah jadi bencana karena lima kesalahan ini.


Seperti yang dikutip dari Glamour, berikut kesalahan-kesalahan yang paling sering dilakukan pasangan saat sedang berbulan madu.
 



1. Pilih Tempat Bulan Madu Tanpa Pemikiran Matang
Pilih kota atau negara tujuan bulan madu karena Anda dan suami benar-benar ingin pergi ke sana. Bukan karena iri melihat teman yang menghabiskan bulan madunya keliling Eropa. Selain bisa membuat budget bengkak, tempat honeymoon yang tidak sesuai dengan Anda dan suami hanya akan membuat acara bulan madu berantakan. Pikirkan dengan matang mulai dari masalah bahasa, visa, tempat-tempat wisata hingga kegiatan apa yang akan dilakukan.

2. Pesan Paket All-in atau Ikut Tour
Sebenarnya ini bukan kesalahan yang fatal. Namun memesan hotel lengkap dengan paket makanan atau mengikuti tour tanpa jam bebas akan membuat Anda dan pasangan menyesal belakangan. Anda jadi melewatkan kesempatan mencicipi makanan lokal yang (mungkin) lebih nikmat dari makanan hotel, atau tidak bisa mengeksplorasi tempat seru karena sibuk mendatangi museum bersama tour guide.

3. Pergi dengan Pesawat Murah
Jika biasanya Anda dan pasangan selalu menggunakan pesawat murah dan duduk di kelas ekonomi saat bepergian, kini tidak ada salahnya jika mencoba penerbangan kelas satu atau menggunakan maskapai yang lebih bagus. Ini merupakan salah satu cara tepat untuk 'merayakan' bulan madu dan membedakan acara honeymoon dengan trip lainnya. Lagipula tak ada salahnya, jika sesekali Anda coba merasakan suasana baru yang lebih nyaman saat di pesawat.

4. Tinggal di Hotel Murah
Sama dengan poin sebelumnya, hindari memesan hotel murah. Bukan berarti Anda dan pasangan harus menyewa honeymoon-suite. Namun pilihlah kamar hotel yang cukup luas untuk menaruh koper dan memiliki tempat tidur yang nyaman. Lagipula hal ini sangat penting untuk meningkatkan mood bercinta, yang merupakan tujuan utama dari berbulan madu.

5. Waktu Honeymoon Terlalu Lama atau Terlalu Sebentar
Perhitungkan kembali mengenai waktu Anda dan pasangan berbulan madu. Tak jarang acara honeymoon yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi bencana karena pasangan menjadi bosan akibat terlalu lama berbulan madu. Waktu yang terlalu singkat pun bisa membuat Anda jadi mudah letih dan tidak menikmati bulan madu karena semua dilakukan dengan terburu-buru.

Sumber: wolipop
Read More..

Tips Menyiapkan Pesta Pernikahan Outdoor

Tips dan trik pernikahan yang awet
Saat ini, cukup banyak pesta pernikahan yang diadakan di luar ruangan, seperti di kebun atau pantai. Tentunya menyiapkan pesta pernikahan di luar ruangan itu tidak semudah yang dibayangkan dan memerlukan usaha ekstra agar acara tetap berlangsung meriah seperti yang diinginkan. Berikut enam tips menyiapkan pesta pernikahan outdoor seperti dikutip dari allwomenstalk :

1. Perhatikan Keadaan Cuaca
Cuaca adalah masalah terbesar bagi pasangan yang ingin mengadakan pesta pernikahan di luar ruangan. Cuaca yang tidak cerah, kemudian dilanjutkan dengan hujan jadi ketakutan tersendiri bagi calon pengantin yang ingin menggelar pesta pernikahan outdoor. Sebaiknya, antisipasi keadaan ini dengan memilih hari, tanggal, dan bulan yang tepat. Cara lain untuk mengatasi keadaan cuaca yang buruk adalah menyiapkan ruangan indoor jika hujan, atau memasang tenda di tempat pesta berlangsung.

2. Hati-hati Terserang Alergi!
Jika Anda salah satu orang yang menderita alergi, misalnya alergi cuaca dingin atau gigitan serangga, maka Anda harus berhati-hati jika ingin mengadakan pesta pernikahan outdoor. Sebaiknya Anda telah mengonsumsi obat untuk alergi sebelum pesta pernikahan Anda. Pastikan juga keluarga dan teman mengetahui bahwa pernikahan Anda diadakan di luar ruangan sehingga siapapun yang menderita alergi dapat melakukan persiapan terlebih dahulu.

3. Waktu dan Jam yang Tepat
Apakah Anda cenderung untuk memilih siang, sore, atau malam sebagai waktu dari pesta pernikahan? Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Pastikan Anda dan pasangan terlihat menarik saat foto di pelaminan dan jangan biarkan waktu yang Anda ambil untuk pesta pernikahan menyulitkan sang fotografer untuk mengambil gambar yang bagus. Adanya sinar matahari yang terlalu terang pada siang hari dapat menyulitkan fotografer untuk mengambil gambar pada momen terindah dalam hidup Anda. Namun, banyaknya nyamuk di pesta pernikahan pada malam hari juga dapat menimbulkan kesulitan tersendiri bagi Anda.

4. Pilih Gaun & Sepatu yang Sesuai
Jika Anda memilih untuk mengadakan pesta pernikahan di luar ruangan, pastikan gaun pernikahan yang Anda pakai nyaman dan sesuai. Pilih gaun yang ringan dan memudahkan serta membebaskan Anda untuk bergerak.

Sedangkan untuk sepatu, jenis high heels bukanlah pilihan yang tepat untuk dikenakan dalam pesta pernikahan outdoor. Pilih sepatu dengan heels sedang atau datar yang memudahkan Anda untuk bergerak, atau bahkan bertelanjang kaki sepanjang pesta pernikahan bukanlah ide yang buruk untuk dilakukan.

5. Sesuaikan Dekorasi
Dekorasi yang tepat untuk diaplikasikan ke dalam pesta pernikahan outdoor adalah dekorasi yang simple. Kebun atau pantai tentu saja telah menawarkan ‘dekorasi alami’ tersendiri sehingga Anda tidak perlu repot-repot menambahkan banyak ornamen atau detail terhadap dekorasi pesta pernikahan Anda.

Sumber: wolipop
Read More..

5 Mitos Keliru Seputar Pernikahan

Tips dan trik pernikahan yang awet

Banyak mitos tentang pernikahan yang dipercaya dapat membawa kebahagiaan. Mitos tersebut terkadang menimbulkan ekspektasi yang tinggi bagi mayoritas orang yang merencanakan pernikahan. Padahal, belum tentu mitos itu benar dan yang terjadi malah sebaliknya. Berikut 5 mitos seputar pernikahan yang sebaiknya tidak perlu Anda hiraukan, seperti yang dilansir Times of India.

1. Pernikahan dapat Membuat Anda Tak Kesepian Lagi
Banyak sekali pasangan yang membenarkan mitos tersebut. Mereka menganggap bahwa dalam pernikahan, semua hal akan dijalani dan ditanggung berdua. Jika sedang dirundung masalah di kantor atau dengan keluarga, mereka menganggap akan ada pasangan yang menemani sehingga mereka tidak akan kesepian. Nyatanya, beberapa wanita saat ini tetap merasa kesepian meskipun mereka telah menikah. Bagi Anda yang kesepian dan merasa bahwa pernikahan merupakan solusinya, Anda perlu berpikir dan mengidentifikasi lebih jauh tentang mitos tersebut. Menikahlah karena Anda memang ingin dan siap.

2. Dapat Melakukan Hubungan Seksual Kapan Saja
Hasrat seksual dan frekuensi Anda untuk melakukan hubungan seks tergantung dari libido masing-masing. Selain itu, gairah seksual bisa saja berkurang seiring bertambahnya waktu. Pasangan yang terus-menerus bertengkar satu sama lain tentu tidak mendapatkan kepuasan seks yang cukup. Jika Anda berpikir bahwa pernikahan dapat selalu memuaskan hasrat seksual, tidak sepenuhnya benar. Ada kalanya pasangan tidak bisa bercinta karena sudah terlalu lelah akibat pekerjaan menumpuk, sibuk mengurus anak atau waktu yang sangat terbatas. Menikah adalah hal yang rumit, bukan sekadar cara untuk melegalkan hubungan seksual.

3. Wanita Tidak Perlu Bekerja Setelah Menikah
Mitos ini cenderung kurang realistis. Dewasa ini, sesuai dengan tuntutan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi, tampaknya sangat lumrah apabila wanita juga harus memiliki pekerjaan sendiri. Memiliki suami bukan berarti keadaan finansial Anda akan membaik sehingga semua kebutuhan yang sesuai dengan gaya hidup dapat terpenuhi. Pasangan Anda juga mungkin akan terbebani dan sedikit keberatan jika ia dituntut untuk memenuhi semua kebutuhan Anda.

4. Memiliki Keluarga Besar yang Bahagia
Semua orang yang berencana menikah pasti juga ingin memenangkan hati mertua dan keluarga besar si pasangan. Mereka memiliki ekspektasi dan bahkan mereka yakin bahwa keluarga pasangan akan menyayangi dan mencintai mereka layaknya keluarga sendiri. Nyatanya, keadaan yang ada bisa saja jauh dari ekspektasi. Konflik, perbedaan pendapat dan prinsip pasti akan mewarnai setiap keluarga besar. Berikanlah cinta dan perhatian bagi keluarga besar pasangan Anda, tapi jangan terlalu berharap banyak.

5. Anak Akan Memperkuat Ikatan Pernikahan
Banyak yang menganggap bahwa anak dapat memperkuat kualitas pernikahan dan meredakan konflik yang terjadi pada pasangan yang telah menikah. Namun, tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Brian Doss, PdD dari Texas A&M University dan Galena Rhoades, PhD, Scott Stanley, PhD, serta Howard Mark, PhD, dari University of Denver menunjukkan bahwa kepuasaan pernikahan lebih cepat menurun pada pasangan yang telah memiliki anak.

Jadi, sebelum memutuskan untuk cepat memiliki anak dengan alasan agar pernikahan dapat menjadi lebih bahagia, sebaiknya pertimbangkan matang-matang aspek lain. Apakah Anda berdua memang menginginkan adanya anak sekarang juga? Sudah siapkah Anda dan pasangan untuk memiliki anak?


Sumber: wolipop
Read More..

 
Ogan TipsnTrik Ogan TipsnTrik